Panduan ini menjelaskan cara menyiapkan Android Studio versi terbaru untuk pengembangan aplikasi Android pada Windows dan macOS.
Catatan:
Android Studio versi terbaru sudah menyertakan JDK bawaan, sehingga instalasi JDK terpisah tidak wajib untuk sebagian besar kebutuhan.
| Windows | macOS |
|---|---|
| Windows 10 (64-bit) atau lebih baru | macOS 10.15 (Catalina) atau lebih baru |
- RAM
- Minimum: 4 GB
- Direkomendasikan: 8 GB atau lebih
- Storage
- Minimum: 8 GB ruang kosong
- Direkomendasikan: 15β20 GB (IDE, SDK, dan Emulator)
- CPU
- Mendukung virtualisasi (Intel VT-x / AMD-V) untuk Android Emulator
- Android Studio (Latest Stable Version)
- JDK (sudah termasuk di Android Studio)
Unduh Android Studio dari situs resmi Android Developer:
https://developer.android.com/studio
Pilih installer sesuai sistem operasi:
- Windows (
.exe) - macOS (
.dmg)
- Jalankan file installer
.exe - Ikuti proses instalasi hingga selesai
- Gunakan pengaturan default (direkomendasikan)
- Pastikan komponen berikut terpasang:
- Android SDK
- Android Emulator
- Android Virtual Device (AVD)
- Buka file
.dmg - Drag Android Studio ke folder Applications
- Jalankan Android Studio
- Ikuti Setup Wizard
Saat pertama kali menjalankan Android Studio:
- Pilih Standard Setup
- Android Studio akan otomatis mengunduh:
- Android SDK
- Platform Tools
- Build Tools
- System Image untuk Emulator
- Tunggu hingga proses selesai
Langkah ini opsional dan hanya diperlukan jika:
- Menggunakan project lama
- Membutuhkan versi Java tertentu
- Buka Settings / Preferences
- Masuk ke Build, Execution, Deployment β Build Tools β Gradle
- Pada Gradle JDK, pilih:
- Embedded JDK (direkomendasikan), atau
- JDK eksternal sesuai kebutuhan
Buka Terminal (macOS) atau Command Prompt (Windows), lalu jalankan:
java -version
javac -versionJika Android Studio dapat membuat dan menjalankan project tanpa error, instalasi berhasil.
Jika spesifikasi komputer terbatas:
- Aktifkan USB Debugging di perangkat Android
- Hubungkan perangkat ke komputer
- Jalankan aplikasi langsung ke device
- Gunakan Android Studio Stable Channel
- Gunakan Kotlin sebagai bahasa utama
- Update SDK melalui SDK Manager
- Gunakan emulator hanya jika diperlukan untuk performa optimal
Dengan mengikuti panduan ini, lingkungan pengembangan Android kamu sudah siap menggunakan tool dan standar terbaru.
Happy coding π